Kenali Penyebab dan Gejala Difteri Pada Anak Serta Mengatasinya

Kenali Penyebab dan Gejala Difteri Pada Anak Serta Mengatasinya

Apakah anda tahu bahwa Indonesia itu adalah salah satu negara yang memiliki kasus difteri terbanyak di Asia. bagi anda yang belum tahu apa itu difteri, penyakit difteri adalah penyakit yang menyerang selaput lendir yang ada pada hidung dan pada tenggorokan. biasanya gejal difteri ini bisa dicegah dengan melakukan imunisasi yang telah diwajibkan pemerintah pada anak usia dibawah 1 tahun sebanyak 3 kali. Lantas sebenarnya apa yang jadi penyebab difteri pada anak?

Umumnya penyakit difteri yang terjadi pada anak- anak disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. ini adalah bakteri gram positif dan bakteri ini tahan dalam kondisi kering dan juga beku. Tetapi bisa mati dengan proses pemanasan suhu 60 derajat celcius.

Inilah Penyebab Difteri Yang Menyerang Anak

Bahaya difteri pada anak bisa terjadi dikarenakan oleh hal hal berikut ini:

  • Faktor lingkungan tidak sehat sehingga memudahkan penularan dan infeksi bakteri difteri.
  • Tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap.
  • Kualitas vajksin imunisasi tidak bagus.
  • Akses pelayanan kesehatan kurang dan pengetahuan sang ibu rendah mengenai penyakit tersebut.

Sedangkan penyakit difteri sendiri penularannya bisa leweat percikan ludah dari orang yang telah menderita infeksi difteri. Di samping itu penyakit ini dapat menular dengan perantara benda dan makanan yang bersentuhan dengan penderita difteri. Yang paling berbahaya adalah kontak langsung dengan penderita difteri.

Gejala Penyakit Difteri Yang Menyerang Anak- Anak

Yang menjadi tanda gejala difteri adalah adanyan lapisan pada selaput lendir yang terdapat di saluran pernapasan. Juga dengan adanya kerusakan pada bagian otot jantung dan sistem saraf.

Pada umumnya gejala difteri pada anak yaitu sesak nafas, panas, sakit tenggorokan pada waktu menelan makanan, adanya selaput warna putih pada tenggorokan dan terjadi pembengkakan. Untuk lebih rincinya, berikut ini beberapa gejala difteri yang terjadi pada anak.

  • Terjadi pembengkakan kelenjar limfa pada bagian leher.
  • Demam dan menggigil.
  • Lemah dan lemas.
  • Kesulitan bernafas atau bernafas cepat.
  • Hidung selalu mengeluarkan lendir, bahkan sesekali terdapat darah dalam lendir tersebut.
  • Adanya membran abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Tenggorokan sakit disertai suara serak.

Biasanya difteri yang menyerang anak sifatnya ringan. Tetapi jika kondisi tubuh anak lemah dan merasa sakit saat menelan ini sudah mulai parah. Disamping itu, akan terjadi pembengkakan pada bagian laring dan faring sehingga menyebabkan terhambatnya saluran pernafasan. Biasanya anak akan cenderung kesulitan untuk bernafas.

Cara Mencegah Penyakit Difteri Pada Anak

Bakteri penyakit difteri biasanya membuat toksin dan mematikan sel bagian tenggorokan. Saat sel-sel tersebut mati maka akan terbentuk membrane pada tenggorokan yang berwarna abu abu. Pada kondisi seseorang yang lebih parah, maka toksin tersebut akan masuk ke dalam darah sehingga beresiko menyerang jantung.

Penularan penyakit difteri pada anak bisa dicegah dengan beberapa cara berikut ini:

  • Lakukan Imunisasi dasar lengkap seperti DPT-HB sebanyak 3 kali
  • Dilanjutkan denganĀ  imunisasi DT ketika usia Sekolah Dasar
  • Lanjut imunisasi TD.

Cara lain untuk mencegah penularan tersebut yaitu:

  • Menjaga kebersihan lingkungan dan badan. Biasakan supaya anak selalu mencuci tangan sebelum makan.
  • Hindari kontak langsung dengan penderita.
  • Menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga.
  • Menutup hidung ketika bersin.
  • Mengkonsumsi makanan bergizi.

Nah, demikian tadi informasi lengkap mengenai, penyebab, gejala dan cara mengatasi difteri pada anak. Semoga dengan informasi ini tidak ada lagi penderita difteri di negara kita ini.