Ini Dia Perbedaan Invoice dan Kwitansi Sebagai Bukti Transaksi

Invoice dan kwitansi sudah sangat familiar di dunia bisnis. Kedua dokumen ini digunakan sebagai bukti transaksi. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kedua dokumen ini sangat dibutuhkan, terutama dalam hal pembukuan keuangan. Namun, perlu untuk anda ketahui bahwa kedua dokumen ini memiliki perbedaan. Pastikan anda mengetahui perbedaan invoice dan kwitansi sebelum benar-benar menggunakannya.

Perbedaan Invoice dan Kwitansi

Pada kesempatan kali ini, kami akan ajak anda untuk membahas apa saja perbedaan invoice dan kwitansi. Pastikan anda menyimaknya sampai selesai.

Pengertian

Dalam hal pengertiannya saja, invoice dan kwitansi sudah berbeda. Invoice merupakan bukti pembelian secara tunai. Invoice ini dihadirkan oleh penjual untuk nantinya diberikan kepada pembeli. Seringkali invoice dibuat dengan rangkap tiga. Lembar pertama untuk pembeli, lembar kedua disimpan penjual, dan lembar ketiga dicantumkan di buku. Di dalam invoice ini juga terdapat tanggal pengiriman, rincian barang, nama penerima invoice, dan masih banyak lainnya.

Lain halnya dengan kwitansi. Berbeda dengan invoice, kwitansi merupakan dokumen yang berfungsi sebagai bukti transaksi pembayaran. Di dalam dokumen ini pun dibubuhi dengan tanda tangan orang yang menerima uang. Tak hanya itu, kwitansi juga dilengkapi materai untuk memperkuat keabsahannya. Nantinya kwitansi diberikan kepada orang yang melakukan pembayaran. Dengan adanya kwitansi, hal-hal tak menyenangkan yang mungkin saja akan terjadi di masa mendatang bisa diatasi secara baik.

Rangkap

Dari pengertian di atas, sebenarnya anda sudah bisa melihat apa saja perbedaan dari invoice dan kwitansi. Sebagai bukti transaksi, invoice hadir dengan tiga rangkap. Sedangkan kwitansi hanya dua rangkap. Sebagai tanda bukti penerimaan uang, kwitansi disobek di bagian kanannya sebagai bukti pembayaran yang sah. Dengan anda melihat berapa rangkapnya saja, anda sudah bisa tahu mana yang invoice dan mana kwitansi.

Rincian Informasi

Rincian informasi yang ada di dalam invoice dan kwitansi juga berbeda. Jika invoice berisikan daftar barang, tanggal pengiriman, jumlah total, nama penerima invoice, syarat pembayaran atau syarat penyerahan barang, dan masih banyak lainnya. Sementara kwitansi berisikan nama pihak yang memberikan uang, jumlah uang yang diberikan, tempat dan tanggal, nama lengkap penerima, dan tanda tangan pihak yang menerima uang.

Jenis Bukti Transaksi

Jenis Bukti Transaksi

Selain invoice dan kwitansi, dalam bidang akuntansi dan keuangan juga mengenal bukti transaksi lainnya. Adapun beberapa bukti transaksi tersebut diantaranya yaitu:

Nota

Bukti transaksi yang satu ini terdiri dari beberapa jenis, yakni nota kontan, nota debet dan nota kredit. Nota kontan ialah bukti transaksi yang dilakukan secara tunai. Untuk nota debet ialah jenis nota yang diberikan pihak pembeli kepada pihak penjual. Hal ini dilakukan karena barang yang dibeli dikembalikan lagi dengan alasan tertentu, seperti barang rusak, tak sesuai pesanan dan lain sebagainya. Lain halnya dengan nota kredit yang diberikan perusahaan kepada pelanggan karena barang yang dijual tak sesuai atau rusak. Penjual pun setuju untuk menerima barangnya.

Bilyet Giro

Selain mengetahui perbedaan invoice dan kwitansi, anda akan lebih mengenal apa itu bukti transaksi apabila anda juga menyimak jenis-jenisnya. Adapun salah satu dari sekian banyak jenis bukti transaksi yang perlu anda ketahui ialah bilyet giro. Dokumen ini merupakan surat perintah pemindahbukuan. Bilyet giro digunakan untuk membantu nasabah suatu bank yang ingin berpindah buku rekening ke bank yang bersangkutan, baik itu pada bank yang sama maupun bank berbeda. Dengan adanya bilyet giro, pemindahan uang bisa terjadi secara aman dan sah.